Sambung Cerita

Menyambung Banyak Cerita di Dunia

Posted by Sambung Cerita On January - 23 - 2013

Kini, ketika berbicara tentang pemasaran melalui media digital, menggunakan Twitter Buzzer sepertinya sudah menjadi suatu keharusan! Sudah banyak orang yang bisa membedakan mana tweet yang menggunakan buzzer atau tweet yang ditulis tanpa menyuruh orang sebagai buzzer. Ini membuat Twitter Buzzer tidak relevan dan efektif lagi.

Tapi menggunakan Twitter Buzzer masih bisa diterapkan dalam strategi marketing untuk pemasaran digital, tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat Twitter Buzzer ini masih relevan dan efektif:
Topik
Untuk membuat Twitter Buzzer memiliki pengaruh dalam pemasaran,perlu dipilih topik-topik yang mampu mempengaruhi target pasar atau siapapun. Jika suatu brand tidak memiliki sesuatu yang bernilai untuk dibicarakan, penggunaan Twitter Buzzer akan menjadi sia-sia. Masyarakat jadi tidak peduli dengan pemasaran tersebut dan tidak akan menjadi pembicaraan mereka.

 

Sesuatu yang bernilai itu seperti topik yang mempunyai element dari sebuah berita, contohnya: pertama kali di dunia, yang paling besar, sesuatu yang unik atau hal-hal yang berpengaruh lainnya. Hal-hal seperti ini yang akan membuat fungsi dari Twitter Buzzer menjadi sangat berguna.

Audiens
 
 

 

Hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah penelitian. Bukankah target dari membuat akun twitter adalah untuk dikenal? Betul, memang twitter saat ini menjadi suatu tren oleh semua orang, namun perlu diingat pengguna twitter di Indonesia tidak sebanyak pengguna facebook. Jadi jangan terlalu memforsir pemasaran hanya di twitter saja untuk saat ini.

Relevan dan penggaruh si Twitter Buzzer
 
Hati-hati dalam memilih si Twitter Buzzer. Tidak ada orang yang bisa cocok untuk semua brand atau produk. Twitter Buzzer dipilih tidak hanya berdasarkan jumlah followernya tapi bagaimana mereka berinteraksi dengan yang lain, bagaimana mereka mempengaruhi yang lain ketika memberikan beberapa opini.
Orang yang menjadi Twitter Buzzer juga perlu memiliki sesuatu relevansi dengan brand yang mau dipasarkan dan followernya cocok dengan target pasar brand tersebut. Agnes Monica merupakan seorang yang populer di Twitter, dia memiliki jumlah follower yang banyak, tapi jangan berfikir untuk menggunakan Agnes Monica sebagai Twitter Buzzer untuk brand otomotif atau bisnis properti, karena kebanyakan followernya adalah remaja. Ini akan menjadi langkah yang tidak tepat bahkan akan menjadi sia-sia.
Tujuan
Yang terakhir dan yang tak kalah penting adalah tujuan. Apa sebenarnya tujuan menggunakan Twitter Buzzer untuk brand? Biasanya, Twitter Buzzer hanya memberikan tingkat pengetahuan. Artinya masyarakat menjadi tertarik dengan suatu brand dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang produk-produk yang dimiliki.
Walaupun ini sangat jarang, tapi Twitter Buzzer bisa mencapai hingga ke tingkat dimana masyarakat membeli produk suatu brand, kecuali ketika menjual sesuatu yang sedang digandrungi masyarakat atau memberikan harga spesial untuk beberapa waktu dan sebagainya. Jika penggunaan Twitter Buzzer tidak membawa masyarakat ke tingkat dimana masyarakat membeli produk suatu brand, lalu kenapa menginvestasi terlalu banyak?

Dibaca 341 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on TumblrShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUpon